GERAKAN LITERASI
PRAKTIK BAIK PEMBELAJARAN
DAN PENUMBUHAN BUDAYA LITERASI
SMK YASTI CISAAT
LEMBAR
PENGESAHAN
Setelah Mendapatkan Pertimbangan dari
Sekolah dan Diketahui oleh Yayasan,
Program Literasi Disahkan oleh Kepala Sekolah dan Dinyatakan Berlaku.
Disahkan
di : Sukabumi
Pada
Tanggal : 15 Juli 2019
Kepala SMK Yasti Cisaat, Koordinator,
Yudi Lazuardi, S.E., M.M. Ita
Sartika, S.Pd., Gr..
BAB I
PENDAHULUAN
Kemampuan
berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca
yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan
reflektif. Rendahnya keterampilan tersebut membuktikan bahwa proses pendidikan
belum mengembangkan kompetensi dan minat peserta didik terhadap pengetahuan.
Praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah selama ini juga memperlihatkan bahwa
sekolah belum berfungsi sebagai organisasi pembelajaran yang menjadikan semua
warganya sebagai pembelajar sepanjang hayat.
Gerakan
Literasi Sekolah memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana
dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun
2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “kegiatan 15 menit
membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai”. Kegiatan ini
dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan
membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi
nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang
disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.
Dalam
pelaksanaannya, pada periode tertentu yang terjadwal, dilakukan asesmen agar
dampak keberadaan Gerakan Literasi Sekolah dapat diketahui dan terus-menerus dikembangkan.
Gerakan Literasi Sekolah diharapkan mampu menggerakkan warga sekolah, pemangku
kepentingan, dan masyarakat untuk bersama-sama memiliki, melaksanakan, dan
menjadikan gerakan ini sebagai bagian penting dalam kehidupan. Literasi lebih
dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir
menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan
auditori.
Berdasarkan hal
tersebut, SMK Yasti Cisaat mengembangkan gerakan literasi sekolah (GLS) yang melibatkan warga sekolah
(peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah,
Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media
massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan,
dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas
(Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita
nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan adalah (5) meningkatkan kualitas
hidup manusia dan masyarakat Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan
daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan
bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; (8) melakukan revolusi karakter
bangsa; (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Empat
butir Nawacita tersebut terkait erat dengan komponen literasi sebagai modal
pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing,
berkarakter, serta nasionalis.
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Pasal 38 Ayat 2 dan
Pasal 51 Ayat 1;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar
Nasional Pendidikan;
5. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengolahan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan
Kesiswaan;
7. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi
Pekerti;
8. Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan
Tindak Kekerasan di Lingkungan Pendidikan;
9. Permendikbud Nomor 19 Tahun 2016 tentang Program Indonesia
Pintar.
@ Tujuan
1. Tujuan Umum:
Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem
literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka
menjadi pembelajar sepanjang hayat.
2. Tujuan Khusus:
ü
Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.
ü
Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah
agar literat.
ü
Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang
menyenangkan dan ramah agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
ü
Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan
beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.
@ Sasaran
Adapun sasaran yang ingin kami capai dalam bidang Gerakan Literasi Sekolah di SMK
Yasti Cisaat adalah sebagaimana berikut :
a)
Sebelum pembelajaran di mulai
atau setiap hari seluruh siswa diminta membaca buku, melakukan refleksi (masa
hening) selama 15 s.d 20 menit
b) Buku
yang dibaca/dibacakan adalah buku nonpelajaran.
c) Peserta
didik dapat diminta membawa bukunya sendiri dari rumah.
d) Buku
yang dibaca/dibacakan adalah pilihan peserta didik sesuai minat dan
kesenangannya.
e) Kegiatan
membaca/membacakan buku di tahap ini tidak diikuti oleh tugas-tugas yang
bersifat tagihan/penilaian.
f) Kegiatan
membaca/membacakan buku di tahap ini dapat diikuti oleh diskusi informal
tentang buku yang dibaca/dibacakan. Meskipun begitu, tanggapan peserta didik
bersifat opsional dan tidak dinilai.
g) Kegiatan
membaca/membacakan buku di tahap ini berlangsung dalam suasana yang santai,
tenang, dan menyenangkan. Suasana ini dapat dibangun melalui pengaturan tempat
duduk, pencahayaan yang cukupterang dan nyaman untuk membaca, poster-poster
tentang pentingnya membaca.
h)
Dalam kegiatan membaca dalam hati,
guru sebagai pendidik juga ikut membaca buku selama 15 menit.
Adapun ruang lingkup pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK
Yasti Cisaat ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.
1. Lingkungan fisik sekolah
(ketersediaan fasilitas, sarana
prasarana
literasi);
2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif
semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi di SMK Yasti Cisaat ;
3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa
dilaksanakan oleh seluruh
warga sekolah).
Program Kerja Gerakan
Literasi Sekolah di SMK Yasti Cisaat ini ditujukan bagi guru sebagai
pendidik dan pustakawan sebagai tenaga kependidikan untuk
membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di
SMK Yasti Cisaat , selain itu, kepala sekolah perlu mengetahui isi panduan ini guna memfasilitasi guru
dan pustakawan untuk menjalankan
peran mereka dalam kegiatan
literasi sekolah.
@ Moto Juang
PROGRESIF ( PROGRAM RELIGIUS INOVATIF
):
Berarti Program Peningkatan Mutu SMK Yasti Cisaat Berdasarkan
Nilai Religius,Yang Berkembang Secara Inovatif Dalam Mewujudkan Peserta Didik
Cerdas Dan Kompetitif.
@ Visi
Tercapainya Prestasi Siswa SMK Yasti Cisaat Berkompetensi
Amat Baik Melalui Proses Pembelajaran “PROGRESIF”.
@ Misi
(SAPTA KARYA INOVATIF)
1) Membangun Kultur Budaya Sekolah Berkarakter Religius
2) Menetapkan Regulasi Sekolah Sesuai Dengan Azas Hukum, Politik
Dan Sosial Etik.
3) Mengembangkan Kebutuhan Sarana Prasaran Sekolahberstandar
Nasional.
4) Memfasilitasi Integritas Personal Di dalam Sistem Sekolah
Yang Informatif
5) Meningkatkan Kualitas Personal Yang Religius, Maju, Mandiri
Dan Sejahtera
6) Meningkatkan Proses Operasional dan Kurikulum Sekolah
Secara Efektif dan Efisien.
7) Mensosialisasikan Prestasi Hasil Pendidikan Menjadi Milik
Publik
STRATEGI
- Perencanaan
a.
Menyusun
hasil Analis SWOT fungsi-fungsi Sistem SMK Yasti Cisaat
b.
Menetapkan
target periodik prestasi sekolah
c.
Mengesahkan
regulasi penjaminan mutu edukatif dan administratif sekolah
d.
Menyusun
program visioner inovatif pendidikan yang religius
e.
Menyusun
Skudel SUPMONEV Personal Untuk Mencapai Motivasi Kerja Optimal
- Pelaksanaan
a.
Menemukan
data permasalahan substansi kekuatan, peluang,hambatan dan ancaman sekolah berstandar
nasional
b.
Melaksanakan
proses, arah tindakan dan langkah-langkah operasional kerja
c.
Menata,
merawat, memodernisasi dan menambah kebutuhan sarana prasarana sekolah
d.
Menerapkan
profesionalisme pelayanan publik dengan
integritas pribadi mapan
e.
Mengefektifkan
serta mengefisiensikan dana, waktu dan daya yang telah di siapkan
- Pengevaluasian
a.
Tingkat
ketercapaian program-program renstra, renop dan kurikuluim sekolah
b.
Standarisasi kesejahteraan dan penghasilan sesuai dengan
beban kerja tambahan
c.
Merevisi
regulasi-regulasi sekolah kearah fungsi pengendalian manajerial dan operatif
secara lebih terukur serta terkontrol
d.
Mengubah
kegiatan prioritas sekolah sesuai dengan realitas anggaran tahun berjalan
e.
Mengevaluasi
tingkat pencapaian kompetensi hasil pembelajaran
TUJUAN
1. Umum
a.
Mewujudkan
komitmen SMK Yasti Cisaat berprestasi maju dengan sistem dan kultur yang
berdasarkan hukum, sosialetik dan religius
b.
Menciptakan
sekolah bercitra disiplin bersikap anti PEKAT, berspirit belajar dan rasa
bahagia
c.
Menumbuhkan
produktifitas dan integritas personal di dalam komitmen organisasi
d.
Memiliki
sarana prasarana pendidikan yang baik,modern dan cukup
e.
Memeiliki
tenaga Guru, Staf TU dan penjaga yang kompeten dan berdaya saing tinggi
2. Khusus
a.
Tercapainya
angka KKM semua mata pelajaran oleh setiap siswa minimal 85 ( delapan puluh
lima )
b.
Tercapainya
tingkat kehadiran individu dalam pembelajaran efektif minimal 98% ( sembilan
puluh delapan persen )
c.
Tercapainya
kondisi kesiapan fungsi-fungsi sekolah berstandar nasional pendidikan
d.
Tercapainya
proses pembelajaran multidimensi, bermakna dan berbasis kompetensi
e.
Tercapainya
angka kenaikan kelas, kelulusan dan melanjutkan 100% (seratus persen)
BAB I :
Pendahuluan
A. Latar
Belakang Masalah
B. Dasar
Hukum
C. Tujuan
dan Sasaran
D. Ruang
Lingkup
E. Sasaran
F. Moto
Juang. Visi, Misi SMK Yasti Cisaat
G. Sistematika
BAB II :
Organigram
BAB III :
Deskripsi Program Kerja
A. Program Kerja Gerakan Literasi Sekolah
B. Tahap
Pelaksanaan
C. Jurnal
Pelaksanaan
D. Komponen
Literasi
BAB IV :
Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
BAB II
ORGANIGRAM
1.
Koordinator : Yudi Lazuardi, S.E., M.M.
( Kepala Sekolah )
2.
Kepala Perpustakaan : Ita Sartika, S.Pd., Gr.
3.
Layanan Teknis : Ema Fatimah, S.Pd.
4.
Layanan Sirkulasi : Siti Fatimah
5.
Layanan TIK :
Sidik Abd. Aziz
BAB III
DESKRIPSI PROGRAM
Program kerja Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK Yasti Cisaat diharapkan mampu menggerakkan
warga sekolah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk bersama-sama
memiliki, melaksanakan, dan menjadikan gerakan ini sebagai bagian penting dalam
kehidupan. Adapun program kerja Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk
tahun pelajaran 2016/2017 ini adalah sebagaimana berikut :
PEMBIASAAN
|
PENGEMBANGAN
|
PEMBELAJARAN
|
@ 15 menit
membaca
@ Jurnal membaca Harian
@ Penataan sarana Literasi
@ Menciptakan
lingkungan kaya teks
@ Memilih buku bacaan
|
@ 15 menit
membaca
@ Jam
membaca mandiri untuk kegiatan
kurikuler/ kokurikuler (bila memungkinkan)
@ Menanggapi
bacaan secara lisan
dan tulisan
@ Penilaian non-akademik
@ Pemanfaatan
berbagai graphic organizers untuk portofolio membaca
@ Pengembangan lingkungan fisik, sosial dan afektif
|
@ 15 menit
membaca
@ Pemanfaatan
berbagai strategi literasi dalam
pembelajaran lintas disiplin
@ Pemanfaatan
berbagai organizers untuk pemahaman dan produksi berbagai jenis
teks
@ Penilaian akademik
@ Pengembangan lingkungan fisik, sosial, afektif, dan
akademik
|
Tabel 1. Program Kerja Gerakan Literasi Sekolah SMK Yasti Cisaat
Tahap pelaksanaan dalam Best
Practice di bidang
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang
dilakukan berdasarkan hasil sosialisasi, ditetapkan melalui kesepakatan, yaitu
:
Dalam rangka pengembangan
peserta didik secara optimal dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS), berbagai kegiatan diprogramkan dalam kalender akademik di
SMK Yasti Cisaat meliputi tahapan pembiasaan membaca untuk kesenangan, yakni
membaca dalam hati dan membacakan nyaring oleh guru. Secara umum, kedua
kegiatan membaca memiliki tujuan, antara
lain:
Adapun kegiatan sebelum
pembelajaran dimulai peserta didik berbaris di depan kelas untuk menyanyikan lagi
Indonesia raya dan lagu wajib nasional dan dilanjutkan dengan tahapan
pembiasaan membaca untuk kesenangan, yakni ;
1. Mengaji 15 s.d. 20 menit sebelum jam pelajaran di mulai.
Kegiatan
Mengaji 15 s.d. 20 menit sebelum jam
pelajaran di mulai dilakukan secara rutin setiap hari, hal ini bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab”.
2. Membaca
dalam hati buku nonpelajaran 15 s.d. 20
menit sebelum jam pelajaran di mulai, Kegiatan membaca/membacakan buku
di tahap ini berlangsung dalam suasana yang santai, tenang, dan menyenangkan.
Suasana ini dapat dibangun melalui pengaturan tempat duduk, pencahayaan yang
cukup terang dan nyaman untuk membaca, poster-poster tentang pentingnya membaca
dan dilakukan setiap hari setelah selesai membaca Al-Quran.
TAHAP MEMBACA
|
KEGIATAN
|
Sebelum Membaca
|
a) Meminta peserta didik
untuk memilih buku yang ingin dibaca dari sudut
baca kelas.
b) Memberikan
kebebasan kepada peserta didik untuk memilih
buku sesuai dengan
minat dan kesenangannya.
c) Memberikan
penjelasan bahwa peserta didik akan membaca buku tersebut
sampai selesai dalam kurun waktu
tertentu, bergantung ketebalan buku.
d) Peserta didik
boleh memilih
buku lain bila isi buku dianggap kurang menarik
atau terlalu sulit.
e) Peserta didik
boleh memilih
tempat yang disukainya untuk membaca.
|
Saat Membaca
|
Peserta didik dan guru
bersama-sama membaca buku masing-masing dengan
tenang selama 15 menit.
|
Setelah Membaca
|
a) Peserta didik
mencatat judul dan pengarang
buku, serta jumlah halaman yang dibaca
di jurnal membaca harian.
b) Guru mengingatkan peserta didik untuk
melanjutkan membaca buku yang sama di pertemuan berikutnya.
c) Peserta didik mengembalikan buku ke rak Sudut Baca Kelas.
d) Guru memulai/melanjutkan kembali pelajaran di hari
itu.
e) Untuk memberikan motivasi kepada peserta didik tentang membaca sebagai kegiatan yang
menyenangkan, secara berkala guru dapat bercerita
singkat tentang isi buku
yang telah dibaca guru
dan menyampaikan mengapa suka dengan
buku itu.
f) Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta didik, sesekali guru
dapat bertanya kepada mereka
tentang buku yang dibaca.
|
Tabel 2. Langkah-langkah Membaca
dalam Hati
Perkembangan literasi berjalan
sesuai tahap perkembangan yang dapat diprediksi. Tahap perkembangan anak dalam
belajar membaca dan menulis saling beririsan antar tahap perkembangan. Memahami
tahap perkembangan literasi peserta didik dapat membantu sekolah untuk memilih strategi
pembiasaan dan pembelajaran literasi yang tepat sesuai kebutuhan perkembangan
mereka. Oleh karena itu setiap tahapan dalam membaca dibuat jurnal sebagai
berikut :
JURNAL MEMBACA
HARIAN
SMK YASTI CISAAT
Nama : ................................................
Kelas : ................................................
HARI/TANGGAL
|
JUDUL/
PENGARANG
|
HALAMAN YANG
DIBACA
|
HARI KE BERAPA
|
Tabel 3. Jurnal Membaca Harian
Dengan
adanya Jurnal membaca harian diharapkan dapat membantu peserta didik dan guru
untuk memantau jenis dan jumlah buku yang dibaca untuk kegiatan membaca 15 menit,
terutama membaca dalam hati.
Peserta
didik mengisi sendiri jurnal hariannya, dengan menyebutkan judul buku,
pengarang, genre, dan jumlah halaman yang dibaca, serta informasi lain yang
dikehendaki. Jurnal membaca dapat berupa buku, kartu, atau selembar kertas
dalam portofolio kegiatan membaca. Guru dapat memeriksa jurnal membaca secara
berkala, misalnya 1-2 minggu sekali.
Adapun
jurnal secara berkala peserta didik membaca setiap hari di SMK Yasti Cisaat sebagai
berikut :
JURNAL MEMBACA
SECARA BERKALA
SMK YASTI
CISAAT
Nama : ................................................
Kelas : ................................................
JUDUL
|
JUDUL/
PENGARANG
|
GENRE
|
KOMENTAR SAYA
|
Tabel 4. Jurnal Membaca Secara
Berkala
Dari
kegiatan literasi SMK Yasti Cisaat dapat
melakukan evaluasi diri untuk mengukur ketercapaian pelaksanaan literasi tahap
pembiasaan di SMK Yasti Cisaat .
Berikut
ini adalah beberapa indikator yang dapat digunakan untuk rujukan SMK Yasti Cisaa
tuntuk meningkatkan kegiatan literasinya dari tahap
pembiasaan ke tahap pengembangan.
No
|
INDIKATOR
|
BELUM
|
SUDAH
|
1
|
Ada kegiatan 15 menit membaca (membaca dalam hati,
membacakan nyaring) yang dilakukan setiap hari (di awal, tengah, atau menjelang
akhir pelajaran).
|
ü
|
|
2
|
Kegiatan 15 menit membaca telah berjalan selama minimal
1 semester.
|
ü
|
|
3
|
Peserta didik memiliki jurnal membaca harian
|
ü
|
|
4
|
Guru, kepala sekolah, dan/atau tenaga kependidikan menjadi
model dalam kegiatan 15 menit membaca dengan ikut membaca selama kegiatan
berlangsung.
|
ü
|
|
5
|
Ada perpustakaan, sudut baca di tiap kelas, dan area
baca yang nyaman dengan koleksi buku nonpelajaran
|
ü
|
|
6
|
Ada poster-poster
kampanye membaca di kelas, koridor, dan/atau area lain di sekolah
|
ü
|
|
7
|
Ada bahan kaya teks yang terpampang di tiap kelas
|
ü
|
|
8
|
Kebun sekolah, kantin, dan UKS menjadi lingkungan yang
bersih, sehat dan kaya teks. Terdapat poster-poster tentang pembiasaan hidup
bersih, sehat, dan indah
|
ü
|
|
9
|
Sekolah berupaya melibatkan publik (orang tua, alumni,
dan elemen masyarakat) untuk mengembangkan kegiatan literasi sekolah
|
ü
|
|
10
|
Kepala sekolah dan jajarannya berkomitmen melaksanakan
dan mendukung gerakan literasi sekolah
|
ü
|
Tabel 5. Indikator Ketercapaian GLS Tahap Pembiasaan di
SMK
Yasti Cisaat
Komponen literasi informasi
terdiri atas literasi dini, literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi
media, literasi teknologi, dan literasi visual. Dalam konteks Indonesia,
literasi dini diperlukan sebagai dasar pemerolehan berliterasi tahap
selanjutnya.
a. Literasi
Dini [Early Literacy (Clay, 2001)],
yaitu kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi
melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan
lingkungan sosialnya di rumah. Pengalaman peserta didik dalam berkomunikasi
dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan literasi dasar.
b. Literasi
Dasar (Basic Literacy), yaitu
kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung
(counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan
(calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan
informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.
c.
Literasi Perpustakaan (Library Literacy), antara lain, memberikan pemahaman cara
membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan
periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang
memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan
pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika
sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi
masalah.
d. Literasi
Media (Media Literacy), yaitu
kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media
cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media
internet), dan memahami tujuan penggunaannya.
e. Literasi
Teknologi (Technology Literacy), yaitu kemampuan memahami
kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti
lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi.
Berikutnya, kemampuan dalam memahami teknologi untuk mencetak,
mempresentasikan, dan mengakses internet. Dalam prak- tiknya, juga pemahaman
menggunakan komputer (Computer Literacy) yang di dalamnya mencakup menghidupkan
dan mematikan komputer, menyimpan dan mengelola data, serta mengoperasikan
program perangkat lunak. Sejalan dengan membanjirnya informasi karena
perkembangan teknologi saat ini, diperlukan pemahaman yang baik dalam mengelola
informasi yang dibutuhkan masyarakat.
f.
Literasi Visual (Visual
Literacy), adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan
literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan
memanfaatkan materi visual dan audiovisual secara kritis dan bermartabat.
Tafsir terhadap materi visual yang tidak terbendung, baik dalam bentuk cetak,
auditori, maupun digital (perpaduan ketiganya disebut teks multimodal), perlu
dikelola dengan baik. Bagaimanapun di dalamnya banyak manipulasi dan hiburan
yang benar-benar perlu disaring berdasarkan etika dan kepatutan.
Dalam
pelaksanaannya, pada periode tertentu yang terjadwal, dilakukan asesmen agar
dampak keberadaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK Yasti Cisaat dapat diketahui dan terus-menerus
dikembangkan. Gerakan Literasi Sekolah diharapkan mampu menggerakkan warga
sekolah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk bersama-sama memiliki,
melaksanakan, dan menjadikan gerakan ini sebagai bagian penting dalam
kehidupan.
BAB IV
PENUTUP
Dari uraian yang telah
dipapar tiap Bab, maka kami mengambil kesimpulan sebagaimana berikut :
Kami mohon kepada semua
pihak agar membantu pelaksanaan program ini, karena pendidikan budi pekerti
bukanlah tugas sekolah semata, melainkan tugas kita bersama.
Tanpa kerjasama dan
dukungan dari berbagai pihak program Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) ini tak akan terlaksana dengan maksimal, akhirnya
kami hanya merencanakan, namun Allah jualah yang menentukannya.
Komentar
Posting Komentar