Cerpen Sekolah Terbaik Belum Tentu Aman

Sekolah Terbaik Belum Tentu Aman
Karya Suny XI TKJ 2

Aku merupakan siswi baru di sekolah ku karena aku merupakan siswi pindahan dari sekolahku yang lama, yang menggunakan jalur beasiswa dari pihak sekolahku yang baru ini.
Saat ku sampai di sekolah ku,aku melihat siswa dan siswi menggunakan barang-barang yang sangat mahal. Aku bertanya Dalama hatiku "apakah boleh membawa barang-barang pribadi yang terutamanya barang mahal ke sekolah?".
Saat ku memasukin koridor sekolah semua muridnya memperhatikan ku dengan pandangan yang sangat sinis. Tapi aku tidak mempedulikannya,aku hanya ingin tahu di mana ruang guru berada. Dan aku pun bertanya pada salah satu siswa di sana.
"Permisi?" Tanyaku. "Apasih?! Jangan dekat-dekat dengan ku! Kau tuh kotor!" Jawab siswi tersebut sambil mendorong bahu ku agar aku menjauh dari nya."aku kotor? Padahal aku sudah mandi? Jawab ku sambil melihat-lihat ke tubuh ku. Dia pun pergi dari hadapan ku.
"Hai? Kau murid barunya? Tanya seseorang murid. "Ya aku murid baru di sekolah ini, apa kau tau di mana ruang gurunya?" Jawab dan tanyaku."aku tau,mari ikuti aku" jawabnya. "Aku ingin bertanya kepadamu" tanya ku. "Bertanya apa?" Jawabnya. "Apakah murid-murid disini di perbolehkan membawa barang-barang mahal? Dan memperlakukan siswa baru dengan cara melihatnya dengan tatapan tidak sukanya?" Tanya ku. "Ya. Sekolah ini merupakan sekolah ter-elit di kota ini,siapa yang memiliki kekuasaan terbesar ialah yang berkuasa,karena orang tuanya yang memiliki donatur terbesar,ya jadi mereka seperti itu. Dan kita yang hanya mampu bersekolah hanya dengan beasiswa akan di bully tiap harinya kalau kita mencari masalah dengannya" jawabnya. Aku pun ber(O) ria.
"Apakah pihak sekolah tau? Tentang pembulian ini?" Tanyaku." Ya pihak sekolah tau,tetapi tak ada yang melaporkan nya. Nah sudah sampai di ruang gurunya,kalau begitu aku permisi" jawabnya." Ah iya,terimakasih sudah mau mengantarku, ngomong-ngomong siapa namamu? Jawabku. "Aku Siti, salam kenal?" Jawab dan tanya nya." Ah, Ismi namaku,salam kenal Siti" jawabku.
Akupun memasuki ruang guru,dan mengurusi kepindahan ku dari sekolah lamaku. Dan aku di suruh guru untuk mengikutinya karena ia bilang ia akan menjadi wali kelasku dan sekalian mengajar di kelasnya. Aku memasuki ruang kelas ini,saat beliau mempersilahkan aku masuk,aku gugup karena di pandang seperti ini. Aku memperkenalkan diri ku,dan akufi persilahkan duduk oleh guru.
Saat aku sampai di meja ku,saat ku duduk bangku ku ada yang mendorong,hingga aku jatuh dan di tertawa oleh sekelas. Aku berdiri dan duduk kembali.
Hari telah berlalu bulan telah berlalu,semua sama hari-hari ku di penuhi dengan hal-hal bully seperti aku di kunci di gudang,buku di buang ke tempat sampah,meja di tengah koridor dan masih banyak lagi.
Dan saat ini aku di kantin sekolah pertama kalinya karena aku lupa membawa bekal sekolah ku. Aku mengantri cukup lama, tetapi segerombolan siswa menyerobot antrian lalu aku berbicara "Maaf seharusnya kalian jangan menyela antrian orang-orang,lihatlah antrian ini masih panjang dan kalian menyela nya?!" Tanya ku kesal. "Lalu urusannya dengan kami apa?! Kami pun lapar juga,jadi suka-suka kami lah mau ngentri atau tidak? Jawabnya angkuh."ya kalian mengantri kami pun sama la" pertanyaan ku terpotong oleh siswi di belakang ku "jangan melawan dia,dia yang paling berkuasa di sekolah ini"jawabnya gemetar.
Dia pun masih melihatku dan teman-temannya membawa ku ke gedung sekolah. "Lepaskan ku kalian mau ngapain hah?!" Tanya ku teriak. "Kita akan bermain dengan mu murid kesayangan" jawabnya remeh. Aku di situ di bully habis-habisan, ditampar,di tarik rambutnya,di kata-katain dengan kata-kata yang kurang baik,hingga aku tidak sadarkan diri.
Sampai ada salah satu temenku melihat dan merekam itu semua, dan membawa ku ke ruang kesehatan,dengan keadaan yang sangat memprihatikan. Dan yang membantuku adalah Siti dan yang membawa bukti itu ke pihak berwajib dan pihak ke disiplinan di sekolah.
Yang menjadikan siswa-siswi yang membully ku di suruh belajar di ruang selama seminggu dan meminta maaf kepada ku, orang tua mereka pun tidak tau bahwa anak-anaknya seperti itu. Pihak orang tua meminta maaf dan akan menghukum anak-anaknya dengan hal yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan kepada ku.
Siswa-siswi yang membully ku meminta maaf kepada ku,dan aku pun memaafkan nya dan berteman dengannya,di sekolah kami di jaga dengan ketat tidak ada lagi hal-hal seperti saat aku masuk sekolahan ini dan tidak ada lagi pembullyan.
Jadi teman-teman,janganlah. Membully atau menghina seseorang hanya karena latar belakang nya. Berteman lah dengan siapa saja dan berbuat baiklah kepada semua orang☺.

Komentar

Postingan Populer